Rabu, Agustus 01, 2018

Welcome to the real life, dude!

Masuk ke bulan keenam jadi dokter internsip, bikin aku semakin sadar gimana sebenarnya 'dunia nyata'. Waktu jaman SMA, pas mama banyak masalah di kantor dan diomongin sama orang-orang serumah sakit, aku ga paham gimana sih orang-orang dewasa itu bisa dengan mudah membicarakan hal buruk tentang seseorang, tapi pas ketemu langsung bisa nyapa dan ngobrol seakan-akan nothing's happen. Eh taunya, sekarang #beentheredonethat
Kalau menurutku, itu bukan munafik sih. Mungkin lebih ke menilai sesuatu dari dua sisi. Walaupun seseorang punya sisi negatif, bukan berarti dia ga punya sisi positif. Sisi negatifnya juga bukan alasan kita ga bersikap baik ke dia.

(Mulai menyiapkan MPE rasionalisasi).

Bertahun-tahun yang lalu pernah ngeliat mama di posisi manajemen dan sekarang di posisi dokter, bikin aku mikir. Kondisinya juga hampir sama. Gaji ga turun, klaim BPJS ga jelas. Bagian manajemen pengen pegawai sabar dulu. Tenaga medisnya udah ga sabaran. Dua-duanya bener kok.

Ngomong-ngomong tentang munafik. I hate using this word tho. Entah karena perasaanku aja atau karena kata itu mengingatkan pada masa SD kelas 3 yang kelam, tapi menurutku kata itu terlalu kasar. Kata ini udah lama sekali ga pernah aku dengar (dalam konteks orang lain ngomong aku that-word). Dan beberapa hari yang lalu kata itu muncul lagi.

Lalu tya kehabisan ide rasionalisasi.

Yaudah intinya

Jangan mengambil kemungkinan terburuk dari segala sesuatu. Capek tau.
(Quoted from Susah Sinyal The Movie)

Kupang, Agustus 2018

Jumat, Juli 13, 2018

Persistensi

persistensi: 
keteguhan; kegigihan; ketegaran (hati); ketahanan. (KBBI)


Setelah baca-baca lagi postingan lama tentang strategi belajar UKMPPD (kali aja ada yang mau baca lagi, klik disini), aku sadar ada satu hal yang kurang.

PERSISTENSI

Penyebab terbesar kegagalan pejuang UKMPPD. Bukan karena gak bisa atau gak tau. Tapi karena bosan. Bosan baca soal. Bosan mikir jawaban. Akhirnya apa? Kerjainnya asal-asalan dan ga peduli. Ngerjain 200 soal dalam 200 menit itu butuh konsentrasi penuh. Untuk bisa punya ketahanan konsentrasi selama 200 menit, HARUS LATIHAN.
Ngerjain soal itu gampang banget bosannya. Apalagi di jaman media sosial. Ditambah kalo ngerjainnya bareng temen-temen. Wadaw. Dijamin 90% mainnya. Belajarnya cuma 10%. Bener atau bener?

#beentheredonethat

Terus gimana dong caranya biar bisa konsentrasi? Ini tips-tips yang aku terapkan.
1. Kerjain soal sendirian.
Ngerjain soal bareng-bareng memang lebih efisien dan menyenangkan. Tapi, ngerjain soal sendirian itu penting untuk jadi dasar materi untuk belajar bareng nantinya. Dan kerjain soal sendirian juga berguna untuk melatih konsentrasi. Karena nantinya kamu bakal ngerjain soal UKMPPD sendirian. Hanya ada kamu dan layar komputer. Kamu dan 200 soal dalam 200 menit. Udah gausah berharap bakal bisa diskusi atau contek-contekan. Gatau ya kalo di kampusmu. Tapi kalau di UB mejanya bener-bener anti-ngintip.
Bahas soal bareng itu memang penting. Tapi ngerjain soal sendiri jauuuh lebih penting.

2. Bikin target jumlah soal yang harus diselesaikan dalam sehari.
Minggu pertama ngerjain soal mungkin progressmu bakal lama banget. Sehari ngerjain 100 soal aja udah luar biasa. Awal-awal okelah, tapi selanjutnya harus semakin bertambah jumlah soalnya. Dari 100 ke 150, 150 ke 200, 200 ke 250, dan seterusnya.

3. Mulai dari waktu yang singkat.
Euforia koass udah selesai sering banget bikin kita lupa kalau UKMPPD sudah semakin dekat. Biar bisa balik ke mode-ujian, mulai pelan-pelan tapi pasti. Mulai dari ngerjain beberapa soal dalam waktu tertentu tanpa gangguan. Artinya selama waktu yang ditentukan itu gak boleh ada distraksi sama sekali. Misalnya hari ini ngerjain 30 soal dalam 30 menit, terus istirahat. Jangan keterusan istirahatnya, diulang lagi 30 soal dalam 30 menit. Istirahat. Ulang lagi sampai sekuatnya. Intinya selama 30 menit itu gak boleh ada distraksi apapun. Kalo udah kuat 30 menit, naikin jadi 60 menit, terus 90 menit, sampai 200 menit tanpa distraksi.

Langkah pertama memang selalu berat. Tapi kalau dibiasakan setiap hari, dijalani pelan-pelan, ga ada kok yang mustahil. Ngerjain 200 soal dalam 200 menit dengan konsentrasi penuh? Ga bakal susah kalau sebelumnya kamu sudah terbiasa mengerjakan 250 soal dalam 200 menit. Pasti bisa!

Sekian UKMPPD 101 kali ini.
Semangat one shoot gengs!

Selasa, Juli 10, 2018

Kesurupan

Tipe-tipe reaksi konversi itu udah keliatan sejak pasiennya baru mau dibopong masuk ke UGD. Biasanya wanita muda, pingsan, dan dibopong orang banyak. Diagnosis bandingnya harus ada reaksi konversi. 

Di suatu malam, waktu aku lagi dinas malam. Datanglah satu pasien. Dateng-dateng pingsan, dianterin temen sekosan. Sekitar 20an orang dateng. Jam 2 pagi.
Dok ini tadi pasien abis kesurupan.
Kesurupan? Terus kenapa dibawa ke UGD?
Deng ada muntah darah juga dok,
Hah muntah darah? Banyak ko? Perut sakit ko sonde?
Sedikit sa dok.. ke bercak-bercak begitu. Tapi ketong takut jadi ketong bawa sa pi rumah sakit....

Lalu tiba-tiba ditengah anamnesa pasien ga sadar.
Kaka nona, bangun dolo.
Gak bangun. Rangsang nyeri di kuku. Gak bangun. Rangsang nyeni di sternum. Gak bangun juga. Lalu temen laki-laki pasien, manggil nama pasien sambil ngelus rambut pasien. Pasiennya buka mata.

#cringemoment

Oke siap kak. Ini jam 2 pagi dan lu main sinetron.
Pasien ini aku diagnosis dengan sindroma dispepsia + REAKSI KONVERSI. Harus banget di bold dan capslock. Kesurupannya sih ga mengarah ke epilepsi. 

Terus biasalah di UGD, injeksi ranitidin.
Kak b suntik obat lambung e.
Pasiennya kaget, yang nganter juga kaget.
Dok, ini kan dia kesurupan to, jadi tausa disuntik. 
Terus untuk apa dibawa ke UGD?? Yasudah kalo sonde mau disuntik ju son apa-apa. Na istirahat disini dulu e kak.

Ada lagi cerita lain.
Pasien dengan tipikal pasien seperti diatas. Dateng dengan keluhan sesak nafas. Tanpa riwayat asma, atau batuk-batuk sebelumnya aka pasiennya sehat walafiat sebelum tiba-tiba sesak nafas. Tanda vital baik, cuma RR takipneu. Paru gak ada ronkhi atau wheezing. Saturasi 99%. Setelah dianamnesa lebih dalam ternyata pasien baru abis bertengkar sama bapak kosannya.
Beberapa saat kemudian, datanglah si bapak kosan. 'Dok, dok, ini pasiennya sesak lagi nih, coba diperiksa lagi dulu' kata si bapak kosan.
Yaiyalah sesak lagi, penyebabnya dateng.
E begitu si bapak kosannya keluar pasien udah ga sesak lagi.


Dapet pasien kayak gini campur aduk rasanya. 
Kesel iya, pengen ngetawain juga iya.

maybe..




Minggu, Mei 06, 2018

Stained Glass Masquerade




Is there anyone that fails?
Is there anyone that falls?
Am I the only one in church today, feeling so small?


Cause when I take a look around
Everybody seems so strong
I know they'll soon discover
That I don't belong


So I tuck it all away
Like everything's OK
If I make em all believe it
Maybe I'll believe it too


So with a painted grin
I'll play the part again
So everyone will see me
The way that I see them


Are we happy plastic people
Under shiny plastic steeples
With walls around our weakness
And smiles that hide our pain


But if the invitations open
To every heart that has been broken
Maybe then we close the curtain
On our stained glass masquerade


Is there anyone who's been there?
Are there any hands raised?
Am I the only one who's traded
In the altar for a stage?


The performance is convincing
And we know every line by heart
Only when no one is watching can we really fall apart


But would it set me free
If I dared to let you see
The truth behind the person
You imagine me to be


Or would your arms be opened
Or would you walk away
Would the love of Jesus
Be enough to make you stay?


Are we happy plastic people
Under shiny plastic steeples
With walls around our weakness
And smiles that hide our pain


But the invitations open
To every heart that's been broken
Maybe then we close the curtain
On our stained glass masquerade


Are we happy plastic people
Under shiny plastic steeples
With walls around our weakness
And smiles that hide our pain


But if the invitations open
To every heart that has been broken
Maybe then we close the curtain
On our stained glass masquerade


If the invitations open
To every heart that has been broken
Maybe then we close the curtain
On our stained glass masquerade


Is there anyone that fails?
Is there anyone that falls?
Am I the only one in church today, feeling so small?


Lyrics by Casting Crown