Tampilkan postingan dengan label UKMPPD 101. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UKMPPD 101. Tampilkan semua postingan

Senin, Maret 16, 2020

OSCE UKMPPD: dari sisi penguji

Sejak tahun lalu, sudah 3 kali ikutan nguji OSCE UKMPPD. Pertama dapat station nyeri dada dan EKG, kedua dapet station retensio urin dan pasang kateter, ketiga dapat station fraktur dan pasang bidai.

Sebagai orang yang ujian OSCE dengan metode yang sama seperti sekarang, nilai OSCE UKMPPDnya kurang 12 poin dari maksimal dan sudah dapat pelatihan penguji OSCE, sepertinya saranku cukup valid ya.

Yang harus kalian lakukan untuk persiapan OSCE UKMPPD adalah:
1. Selama koass, kerjakan semua tindakan seideal mungkin. Kalaupun tidak bisa ideal karena kenyataan dunia ini, kamu harus tetap ingat, harusnya aku begini, harusnya aku tidak boleh begini. Praktek terus. Sesimpel praktek cuci tangan 6 langkah. Dibiasain aja selama koass. Biar pas UKMPPD ga bikin ngakak pengujinya. (Walopun wastafelnya menghadap tembok, kalian pikir penguji ga ngeliat kalo kalian cuci tangan tidak 6 langkah?). Pasang infus, pasang kateter urin, dan semua tindakan lainnya, biasakan hafal semua checklistnya. Jangan males. Pas koass jangan cuma capek aja, tapi otaknya keisi juga.
Jangan males juga kalo jadi koass. Jangan nolak tindakan. Jangan beralasan "bukan koass bedah dok" jadi gamau rawat luka dan hecting. Atau "bukan koass anak dok" jadi gamau ases pasien anak. Ya asal kerjaanmu yang lain udah beres, dalam artian misal kamu koass anak dan di UGD lagi ga ada pasien anak, ya udah kerjain aja apa yang ada. "Kita gaboleh nulis resep dok" "kita gaboleh nulis status". Nanti pas kamu jaga UGD saat internsip ga bisa milih-milih pasien gitu dan semua harus kamu yang kerjain dan kemungkinan kamu jaga UGD sendirian fyi. Intinya yang rajin jadi koass.

2. Siapkan materi kompetensi 3A, 3B, dan 4.
Di dalam dunia kedokteran yang keras ini, ada buku panduan hidup yang bernama Panduan Praktik Klinis untuk penyakit dan tindakan dokter umum. Baca ya. Itu sungguh mempermudah hidupmu.

3. Latihan sama teman itu penting. Semua langkah dibicarakan. Dan harus beneran dipraktekkan setiap detail langkahnya.

4. Inget ada beberapa pasien yang beda approachnya. Gabosa semua pasien kamu hajar dengan anamnesa lengkap terus cek TTV lanjut pemeriksaan fisik. Khusus untuk pasien trauma, settingannya beda.
Iya bener sih semua pasien di periksa ttv dulu
Tapi pasien bedah algoritmanya beda, harus cek primary survey dan secondary survey.
Kalo pasien ga sadar cek dulu ABCnya. Jangan anamnesa. Ya gimana siapa yang anda ajak bicara mohon maaf. Cek dulu airway aman tidak, breathing ada ga, kalau ada adekuat tidak, terus cek nadi dan akral. Kalau ga ada nadi ya RJP. Terus pasang EKG. Jalankan algoritma henti jantung. 

5. Banyak hal sepele yang sering dilupakan, kayak baca soal baik-baik dan tidak perlu mengerjakan hal yang tidak diminta, baca foto rontgen, dan informed consent tindakan, dll. Bikin gemes penguji tau ga. Ih ini dikit lagi anak ini bisa dapet nilai 3. Gemes. Padahal bisa lho sebenarnya kalian, entah karena gugup atau ga terbiasa.
Makanya waktu koass jangan modal tenaga saja. Tapi otak juga dipakai. Otaknya juga diasah. "Dok ini kenapa diagnosisnya a bukan b?". Kalau bingung nanya aja sih cuy ga perlu sungkan. Ya tapi liat sikon juga ya kapan kerjaan sudah agak longgar baru kalian nanya.
Biasakan mikir kalau nanti aku jaga UGD sendiri dan aku dapat pasien kayak gini, aku harus nanya apa aja, periksa apa aja, dan minta pemeriksaan penunjang apa aja. Biar terbiasa dengan ritme kerja di UGD. Abis a, lanjut b, lanjut c, lanjut d.

6. Hari H, pakai baju rapi, dandan yang cantik dan ganteng, berdiri di depan kaca dan bilang
"You are born to do this. It's always in your blood. Chill, it's just another ordinary day at emergency ward."

Sekian dulu Tya sudah capek ngetik.
Makasih sudah baca.


ps: kalau lu masi koass, baca ko mengerti dan bertobat sudah. Masih ada waktu untuk tobat ya anak dong. 

Jumat, Juli 13, 2018

Persistensi

persistensi: 
keteguhan; kegigihan; ketegaran (hati); ketahanan. (KBBI)


Setelah baca-baca lagi postingan lama tentang strategi belajar UKMPPD (kali aja ada yang mau baca lagi, klik disini), aku sadar ada satu hal yang kurang.

PERSISTENSI

Penyebab terbesar kegagalan pejuang UKMPPD. Bukan karena gak bisa atau gak tau. Tapi karena bosan. Bosan baca soal. Bosan mikir jawaban. Akhirnya apa? Kerjainnya asal-asalan dan ga peduli. Ngerjain 200 soal dalam 200 menit itu butuh konsentrasi penuh. Untuk bisa punya ketahanan konsentrasi selama 200 menit, HARUS LATIHAN.
Ngerjain soal itu gampang banget bosannya. Apalagi di jaman media sosial. Ditambah kalo ngerjainnya bareng temen-temen. Wadaw. Dijamin 90% mainnya. Belajarnya cuma 10%. Bener atau bener?

#beentheredonethat

Terus gimana dong caranya biar bisa konsentrasi? Ini tips-tips yang aku terapkan.
1. Kerjain soal sendirian.
Ngerjain soal bareng-bareng memang lebih efisien dan menyenangkan. Tapi, ngerjain soal sendirian itu penting untuk jadi dasar materi untuk belajar bareng nantinya. Dan kerjain soal sendirian juga berguna untuk melatih konsentrasi. Karena nantinya kamu bakal ngerjain soal UKMPPD sendirian. Hanya ada kamu dan layar komputer. Kamu dan 200 soal dalam 200 menit. Udah gausah berharap bakal bisa diskusi atau contek-contekan. Gatau ya kalo di kampusmu. Tapi kalau di UB mejanya bener-bener anti-ngintip.
Bahas soal bareng itu memang penting. Tapi ngerjain soal sendiri jauuuh lebih penting.

2. Bikin target jumlah soal yang harus diselesaikan dalam sehari.
Minggu pertama ngerjain soal mungkin progressmu bakal lama banget. Sehari ngerjain 100 soal aja udah luar biasa. Awal-awal okelah, tapi selanjutnya harus semakin bertambah jumlah soalnya. Dari 100 ke 150, 150 ke 200, 200 ke 250, dan seterusnya.

3. Mulai dari waktu yang singkat.
Euforia koass udah selesai sering banget bikin kita lupa kalau UKMPPD sudah semakin dekat. Biar bisa balik ke mode-ujian, mulai pelan-pelan tapi pasti. Mulai dari ngerjain beberapa soal dalam waktu tertentu tanpa gangguan. Artinya selama waktu yang ditentukan itu gak boleh ada distraksi sama sekali. Misalnya hari ini ngerjain 30 soal dalam 30 menit, terus istirahat. Jangan keterusan istirahatnya, diulang lagi 30 soal dalam 30 menit. Istirahat. Ulang lagi sampai sekuatnya. Intinya selama 30 menit itu gak boleh ada distraksi apapun. Kalo udah kuat 30 menit, naikin jadi 60 menit, terus 90 menit, sampai 200 menit tanpa distraksi.

Langkah pertama memang selalu berat. Tapi kalau dibiasakan setiap hari, dijalani pelan-pelan, ga ada kok yang mustahil. Ngerjain 200 soal dalam 200 menit dengan konsentrasi penuh? Ga bakal susah kalau sebelumnya kamu sudah terbiasa mengerjakan 250 soal dalam 200 menit. Pasti bisa!

Sekian UKMPPD 101 kali ini.
Semangat one shoot gengs!

Senin, Agustus 14, 2017

H-6 / H-12 : yang kulakukan bila hari ini H-90 / H-96

Yang akan aku lakukan kalau sekarang masih 3 bulan sebelum UKMPPD:
1. Pelajari SKDI terbaru. Memantapkan materi berdasarkan SKDI. Khatamkan PPK.
Saat masih H-90 ku dulu, ngeliat banyaknya soal yang harus dikerjakan, aku mikir, ah gak bakal nutut waktunya kalau mau ngulang semua materi dari awal sampai akhir. Dan aku lebih memilih metode soal-oriented. Bagus sih, tapi pemahamanku akhirnya terpecah-pecah, aku tau apa itu mallory weiss tear, tapi enggak tau ciri-cirinya faringitis kronis apa aja. See? Penting menyisihkan waktu 10 hari atau 20 hari untuk mengulang materi. Kalau bisa bikin ringkasan atau catatan. Terutama materi kompetensi 4 dan 3. Dari patofisiologi sampai dosis obat, sampai KIE, sampai indikasi rujuk. It will be worth it. Serius. Ini juga bakal memudahkan pengerjaan soal kedepannya.
Dan buku Panduan Praktik Klinik untuk Dokter Umum (PPK). Semua mahasiswa FK HARUS TAU HAL INI. PPK itu buku pegangan dosen pembuat soal. Dosen-dosenku cerita, waktu mau buat soal mereka disodorin PPK, terus dibilang, "dok, pedomannya dari sini ya".
Ikuti perkataanku
PPK itu penting.
PPK itu penting.
Harus khatam PPK jauh sebelum UKMPPD
PPK juga sangat membantu saat belajar OSCE. Serius, HARUS KHATAM! Jangan nanti H-6 bingung, karena belom pernah khatam PPK
*curcol*
:"
Oke. Masih sisa 70 hari. Lanjut.
2. Belajar OSCE.
Mengumpulkan soal dan checklist OSCE batch sebelumnya. Banyak bertanya pengalaman OSCE batch sebelumnya dan mulai menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk belajar (misal minor set, atau sesederhana kertas bergambar alat-alat). Perlu juga untuk mengompori teman lain biar enggak belajar sendirian, karena belajar OSCE butuh orang lain untuk jadi probandus dan penilai. Yang terpenting, MULAI BELAJAR OSCE SEKARANG. Bingung mau nyari checklist dimana? PPK terbaru! Di bagian belakangnya ada daftar keterampilan medis sesuai SKDI. Ya! PPK MEMANG BUKU PEGANGAN UTAMA untuk lulus UKMPPD. Minimal sisihkan 7 hari buat belajar OSCE. Karena seriously, belajar OSCE H-6 SANGATLAH TIDAK CUKUP. Enggak usah peduli teman lain udah selesai ribuan soal. You take some steps back, for a million steps ahead. Jalan masih panjang. Masih banyak waktu nanti buat ngerjain soal.
Masih sisa 60 hari. Lanjut.
3. Kerjakan soal bimbel, 'kumpulan soal' (you know what i mean) batch sebelumnya setelah menyelesaikan materi dan belajar OSCE.
Mulailah dari soal bimbel karena biasanya soal bimbel disertai pembahasan. Sehingga lebih memudahkan impending-dokter kayak kita buat mengerti. Kurang lebih 30 harian.
Masih sisa 30 hari. Lanjut.
4. Kerjakan soal bimbel dan 'kumpulan soal' terbaru.
Ini paling akhir. Kenapa? Karena soal-soal ini juga keluarnya biasanya mepet-mepet. 30 hari buat ngerjain soal-soal ini sungguh amat cukup. Percayalah.
H-7 sampai H-1 bakal jadi waktu-waktu krusial. Jaga makanan. Istirahat yang cukup. Apapun yang baru kamu pelajari, atau mungkin dulu pernah kamu pelajari terus lupa dan sekarang baru ingat lagi, masih ada waktu. Puji Tuhan kamu taunya sekarang. Puji Tuhan kamu masih bisa buka buku sekarang dan membaca sekarang. Daripada nanti saat kamu di depan komputer ujian dan berharap bisa buka buku.
Setelah CBT UKMPPD. Tidurlah dengan nyenyak malam itu.
Besoknya mulai belajar OSCE dengan peralatan dan soal-soal yang telah kalian persiapkan jauh hari itu. Dengan materi yang sudah matang, dan memori checklist yang masih tersisa sedikit, tentunya tidak akan sulit. Sesungguhnya yang dinilai dari OSCE adalah pola pikirmu.
Salam,
dari yang 6 hari lagi CBT UKMPPD
dan 12 hari lagi OSCE UKMPPD.
----------
Tambahan : Aku sadar persentasi kelulusan UKMPPD masih cukup rendah. Batch 2 2017, angka kelulusan hanya 3000an dari 5000an peserta. Sedih ga sih? Dan menurutku kalau semua 'pejuang UKMMPD' bisa mempersiapkan diri dengan baik dan belajar dengan buku pegangan yang tepat (a.k.a PPK), pasti minimal lulus sudah di tangan.
Aku cukup beruntung karena bisa kuliah di tempat yang peduli kesejahteraan calon lulusan dokternya. Di kampus ada bimbingan praUKMPPD selama hampir sebulan. Kita bisa bertanya langsung ke SPV kalau ada soal-soal yang memicu perdebatan. Dan saat akan OSCE juga kita difasilitasi untuk latihan mandiri menggunakan peralatan dari labskill.

Check out another blogpost about UKMPPD here